Thursday, June 16, 2005

CERDAS DGN SENAM OTAK

Senam otak adalah rangkaian gerakan yang dapat membantu memperlancar aliran darah dari tubuh ke otak dan sebaliknya sehingga fungsi otak dapat dioptimalkan. Di Indonesia, senam ini mulai diperkenalkan sejak tahun 1972 yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat dengan dukungan para pakar kesehatan dan olah raga.

Dampak positif dari senam otak ini terlihat pada uji coba yang dilakukan pada siswa sekolah dan lansia. Setelah 3 bulan menjalankan latihan senam otak secara teratur, prestasi belajar para siswa mengalami peningkatan secara signifikan yang terlihat pada hasil rapot mereka. Sementara pada lansia terjadi peningkatan fungsi memori, atensi dan kewaspadaan yang mengurangi gejala pikun yang biasa terjadi pada mereka.

Senam otak sudah bisa diterapkan pada anak Anda sejak mereka berusia sekitar 5-6 tahun karena di usia tersebut mereka mulai bisa dituntun untuk melakukan gerakan-gerakannya secara benar. Waktu yang tepat bagi mereka untuk melakukan senam otak adalah ketika mereka dalam keadaan rileks, tidak sedang sakit atau kelelahan.

Meski bentuknya sama-sama berupa aktivitas fisik, senam otak memiliki fungsi yang berbeda dengan senam biasa atau olahraga fisik lainnya. Jika olahraga biasa menjaga kondisi jantung, paru-paru dan meningkatkan kekuatan otot, maka senam otak khusus ditujukan untuk meningkatkan kinerja otak. Gerakan-gerakan yang dilakukan akan mengaktifkan mata, telinga, tangan, dan kaki secara simultan sehingga mengaktifkan otak kiri dan otak kanan. Ketika kita mengaktifkan (menggerakkan) mata, telinga, tangan, dan kaki sebelah kiri secara bersamaan, pada saat itu otak sebelah kanan terstimulir dan demikian pula sebaliknya jika kita menggerakkan tubuh sebelah kanan, maka otak sebelah kiri akan terstimulir.

Salah satu contoh gerakan yang dilakukan dalam senam otak antara lain adalah gerakan menekan “brain button” atau “saklar otak” yang terletak pada lekukan tulang di antara leher dan dada. Dengan menekan-nekan bagian tersebut dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan kiri sambil pada saat bersamaan menekan daerah sekitar pusar dengan tangan kanan selama sekitar setengah menit, darah yang mengandung oksigen akan terangsang untuk mengalir menuju otak. Setelah setengah menit, lakukan gerakan sebaliknya, tangan kanan pada ”saklar otak” dan tangan kiri pada daerah sekitar pusar.

Contoh gerakan lainnya adalah mengacungkan ibu jari ke depan dan melakukan gerakan menggambar “angka delapan tidur”, yaitu membentuk dua lingkaran besar yang berdampingan secara horizontal dan bukannya dalam keadaan tegak atau vertikal. Pandangan mata mengikuti arah gerakan ibu jari. Lakukan bergantian antara ibu jari kanan dan kiri.

Nampaknya gerakan-gerakan yang dilakukan dalam senam otak memang relatif mudah dan tidak banyak mengeluarkan tenaga, tetapi seperti yang disampaikan oleh Armand Archisaputra, S.Ph., pelatih senam otak Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, gerakan-gerakan pada senam ini harus dilakukan dengan cara yang tepat dan memperhatikan secara seksama titik-titik mana yang harus disentuh. Senam otak ini baru terasa manfaatnya jika dilakukan secara teratur setiap hari.

Jangan lupa untuk melengkapi proses optimalisasi kerja otak dengan mengkonsumsi nutrisi yang sehat dan seimbang.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home